Secercah Harapan Untuk Aslan

Aslan didiagnosis menderita hidrosefalus, sebuah kondisi yang mengharuskannya menjalani operasi secepat mungkin

Terlahir dari keluarga sederhana dengan kondisi yang serba terbatas, mengidap penyakit yang tidak biasa sejak kecil, menjadi cerita yang tidak terlupakan dalam hidup Aslan. Ia memulai hidupnya dengan perjuangan yang tidak mudah. Sejak usia satu bulan, ada yang berbeda pada dirinya. Lingkar kepalanya terus membesar, jauh melampaui ukuran bayi seusianya—mencapai 45 cm. Kekhawatiran perlahan berubah menjadi ketakutan.

Hasil pemeriksaan dokter kemudian menjawab semuanya: Aslan didiagnosis menderita hidrosefalus, sebuah kondisi yang mengharuskannya menjalani operasi secepat mungkin. Namun harapan itu sempat terasa jauh. Rumah sakit di daerahnya belum memiliki peralatan yang memadai untuk menangani kondisi tersebut.

Di tengah kebingungan dan keterbatasan, secercah harapan datang. Melalui seorang teman, ibu Aslan diperkenalkan pada Yayasan Ratu Pencinta Damai.

Respon datang dengan cepat.

Tanpa menunda, tim yayasan bergerak membantu. Aslan dan ibunya difasilitasi untuk dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas yang lebih lengkap di luar pulau. Perjalanan yang tidak mudah itu dilalui dengan pendampingan penuh—mulai dari pengurusan tiket kapal hingga memastikan mereka tiba dengan aman di Kota Kupang.

Sesampainya di tempat tujuan, Aslan dan ibunya tidak dibiarkan sendiri. Yayasan menyediakan tempat tinggal sementara di rumah singgah, sekaligus mendampingi setiap proses yang harus dilalui—dari pemeriksaan lanjutan hingga tindakan medis.

Operasi VP shunt pun akhirnya dilakukan.

Hari itu menjadi titik balik.

Proses berjalan dengan lancar. Perlahan, kondisi Aslan mulai membaik. Setelah menjalani kontrol rutin, senyum kecil mulai kembali hadir—sebuah tanda bahwa harapan itu benar-benar nyata.

Bagi keluarga Aslan, perjalanan ini bukan hanya tentang pengobatan, tetapi tentang kehadiran orang-orang yang peduli di saat mereka paling membutuhkan.

Dengan penuh rasa syukur, keluarga Aslan menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Ratu Pencinta Damai—atas bantuan, pendampingan, dan kepedulian yang telah menyelamatkan kehidupan anak mereka.

Di balik kisah ini, ada satu hal yang selalu hidup:
bahwa harapan bisa datang dari mana saja—terutama dari tangan-tangan yang mau peduli.

Menu