Setelah 14 Tahun Merayap, Kini Domi Sudah Bisa Berjalan

Di luar rasa sakit fisik, Domi juga mengalami pengucilan. Lingkungan sekitarnya perlahan menjauh. Ia yang seharusnya tumbuh, bermain, dan menikmati hidup seperti anak lainnya, justru lebih banyak terkurung dalam keterbatasan.

Tidak semua orang memulai hidup dengan cara yang normal. Bertumbuh sehat dan mengalami fase perkembangan sebagaimana lazimnya. Masing-masing punya cerita dan perjalanan hidup yang berbeda.

Domi memulainya dengan merayap. Selama 14 tahun, itu adalah satu-satunya cara ia bergerak. Tubuhnya dipenuhi sisik. Kulitnya kerap berdarah. Tulang-tulangnya membengkok akibat penyakit autoimun berat yang menyerang kulit dan tulangnya.

Setiap hari adalah rasa sakit.
Setiap gerakan adalah perjuangan.

Namun bukan hanya itu yang harus ia hadapi.

Di luar rasa sakit fisik, Domi juga mengalami pengucilan. Lingkungan sekitarnya perlahan menjauh. Ia yang seharusnya tumbuh, bermain, dan menikmati hidup seperti anak lainnya, justru lebih banyak terkurung dalam keterbatasan.

Hingga suatu hari, langkah itu datang—meski belum dari dirinya.

Yayasan Ratu Pencinta Damai hadir dan menjemput Domi untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Tim relawan membawanya ke rumah sakit rujukan, membuka jalan yang sebelumnya terasa mustahil.

Perjalanan itu tidak mudah.

Pendampingan dimulai sejak tahun 2023. Saat itu, rumah singgah yang digunakan masih berupa kontrakan kecil dengan fasilitas terbatas. Beberapa pasien harus berbagi ruang yang sama, termasuk Domi.

Namun keterbatasan tidak menghentikan langkah.

Yayasan terus mendampingi—dari proses pengobatan, terapi intensif, hingga kebutuhan hidup sehari-hari. Dukungan diberikan secara menyeluruh, memastikan Domi tidak lagi berjuang sendirian.

Waktu berjalan.

Biaya yang dibutuhkan tidak sedikit. Puluhan hingga ratusan juta rupiah telah dikeluarkan untuk mendukung proses panjang ini. Namun bagi tim relawan, ini bukan sekadar angka—ini adalah investasi untuk sebuah kehidupan.

Dan perlahan, perubahan itu mulai terlihat.

Domi mulai belajar berdiri.
Kemudian melangkah.
Hingga akhirnya… berjalan.

Sesuatu yang dahulu terasa mustahil, kini menjadi kenyataan.

Ia yang dulu hanya bisa merayap di tanah, kini dapat berdiri tegak, menghirup udara bebas, dan melihat dunia dari sudut pandang yang baru.

Namun perjalanan tidak berhenti di sana.

Melihat kebutuhan jangka panjang Domi, Yayasan Ratu Pencinta Damai bersama para donatur juga mengambil langkah lanjutan—membekalinya dengan usaha kecil (UMKM) sebagai jalan menuju kemandirian.

Sebuah langkah sederhana, tetapi penuh makna.

Kini, hidup Domi telah berubah.

Ia memang masih menjalani proses pengobatan. Perjalanannya belum selesai. Namun harapan yang dulu terasa jauh, kini sudah ada di depan mata.

Menu